jump to navigation

Liturgi Paskah 2006

Liturgi Paskah 2006

PRA IBADAHJemaat memasuki gedung gereja diringi musik rohani . 

PEMBUKAANLampu jemaat meredup,panggung gelap, Suara gong diikuti musik lembut Narator            : 

Sekali lagi aku berbicara tentang Dia  Tuhan telah memberiku suara meskipun bukan bahasa Aku tidak berguna karena terlalu banyak kata-kataTetapi Tuhan mencintaiku.  

Pikiran Tuhan mampu melihat dan menggengam pikiran kitaRoh-Nya sempurna mengunjungi roh-roh lain Tampaknya sebuah mujizat Tapi bagi Tuhan adalah hal sederhanaSeperti kita bernafas dengan udara Karena bagi Tuhan ketika cinta menjadi luas Cinta menjadi tak terbatas. 

(Yohanes di Patmos: Yesus sang anak manusia-Kahlil Gibran) AWAL IBADAHSuara lonceng mendahului prosesi.  Prosesi pendeta majelis memasuki ruang ibadah diiringi musik, Penatua naik ke panggung, menyalakan lilin 

Penatua           : Terang Kristus naik dalam kemuliaan, mengalahkan kegelapan dan maut.    (Sambil menyalakan lilin)Jemaat             : Syukur kepada Allah DOA PEMBUKAAN (Penatua) 

IBADAH Votum dan salam: Kalau kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, dan kalau kalian berbuat baik kepada orang yang berbuat  baik kepada kalian apakah jasamu?Orang berdosa pun berbuat begitu. Sebagai hamba Allah, Aku berkata kasihilah musuhmu dan berbuat baiklah kepada mereka, seperti Yesus Kristus telah melakukannya. Sehingga ibadah minggu Paskah ini dapat berlangsung hanya karena pertolongan dari Allah Bapa kita yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati, Amin. 

NYANYIAN JEMAAT : NKB 85 :1-2 (Karna Kasih-Nya) LITANI Narator            : Hari ini, seperti hari yang sama pada tiap-tiap tahun, anak-anak manusia memandang duka ke arah Jabal Julguta…bukit golgota.  Hari ini pula jiwa-jiwa orang Kristen naik di atas sayap kenangan terbang menuju Yerusalem. Di setiap panggung dan altar dipentaskan kisah Yesus dengan mahkota anyaman durinya bersimbah darah dan kepedihan, teramat sakit! 

Jemaat             ; O Yesus yang disalib kami juga memandang Jabal Julguta ke arak-arakan duka sepanjang abad. Jemaat pria      :  Engkau dalam keperihan kematian-Mu bertahan untuk tak mengeluh dan mengutuk, tapi memberkati dan meneduhkan. Bersama duka-Mu Oh Yesus, engkau menghibur dan menguatkan. 

Jemaat wanita:  O, Yesus, anyaman mahkota duri-Mu lebih cemerlang dari batu-batu mulia. Dihadapan pencambuk-pencambuk-Mu, Engkau lebih perkasa dibandingkan dengan bukit karang. O Yesus…ajar kami melihat betapa diri kami yang sebetulnya harus menanggung semua derita yang Kau pikul di atas salib. Jemaat Semua:            O, Yesus..ampunilah kami si lemah yang tidak menyadari betapa berharga dan mahalnya pengorbanan-Mu karena kami tidak tahu bagaimana menghargai kehidupan ini. Ampunilah karena kami tidak tahu Engkau mengalahkan maut dengan kasih dan memberkati kehidupan dengan kematian-Mu.  

NYANYIAN PENGAKUAN DOSA : PKJ 46:1-3 

Jemaat pria      :Pada hari ini, tiap-tiap tahun. Kami melihat Yesus dari
Nazareth, sebagai orang yang melarat, menderita sengsara, dihina, dengan segala kelemahannya.
 Jemaat Wanita: Tiap-tiap tahun, kami terjaga dan berdiri meratap dibawah kaki lelaki Nazaret yang menderita dan menyerahkan diri-Nya untuk menyalibkan penderitaan dosa. 

Narator            : Lelaki dari
Nazareth itu tidak pernah lemah, Yesus itu perkasa, sesungguhnya Yesus tidak pernah hidup dalam kemiskinan dan ketakutan. Dia disalibkan sebagai seorang pahlawan perang dan mati sebagai seorang perkasa.
  Jemaat pria      : Yesus bukanlah seekor burung dengan sayap yang patah. Dia tidak pernah gentar. Yesus membungkam semua kejahatan dan segala penghianatan. Dia tidak datang ke dunia ini mengajar manusia untuk mendirikan gedung gereja megah, Dia datang untuk membuat hati dan hidup manusia menjadi Bait Allah dan jiwa menjadi mezbah kemuliaan-Nya. Jemaat Wanita:Yesus tidak datang dari lingkaran terang untuk membujuk orang menjadi rahib dan imam.
Tetapi Ia datang menumbuhkan semangat baru dan menghancurkan apa saja yang dibangun di atas tulang-belulang dan tengkorak manusia.
Ya, Yesus menghancurkan kekuatan manusia yang terkuat sekalipun dengan kasih-Nya. Yesus  datang menghancurkan berhala-berhala dalam pikiran..dalam hati..dalam jiwa dan dalam raga manusia berdosa…

ADEGAN 1:

Setting : Jenazah Yesus digotong oleh 4 orang, di depan tampak Yusuf Arimatea dan diiringi 3 orang wanita yang menangisi. Jenazah dimasukkan dalam kubur, para wanita menunggu diluar sambil menangis. Musik sedih mengiris kalbu.Lampu panggung terang, jemaat gelap.

Yusuf Arimatea, Nikodemus dan 4 orang penggotong keluar dari gua bersamaan dengan para wanita meninggalkan panggung diiringi paduan suara

VOCAL GROUP PEMUDA  (Lampu panggung redup, lampu VG menyala)Lagu: Di bawah Salib Yesus (Suara  isak tangis masih terdengar disela-sela nyanyian sampai para pemain meninggalkan panggung) 

(Musik padang pasir, lampu panggung menyala,lampu jemaat redup cukup untuk membaca) 
Narator             :    Tak puaskah saat darah sudah tercurah dalam kesakitan yang pedih?Jemaat               :    Tuhanku telah disiksa dan dihina…Narator             :    Dalam ego yang teramat besar untuk mengejar kehormatan diri sendiri,    telah membutakan matahati akan kebenaran keselamatan kasih Allah yang suci.Jemaat Pria       :    Dia,Imam Besar  Kayafas dan segenap pencemooh itu, menuntut apakah lagi?Jemaat Wanita  :    Ya…mereka yang telah menyalibkan Tuhanku, tidakkah puas telah menyiksa Tuhanku yang tak bersalah diatas salib?Narator             :   
Pilatus pun tak mampu membendung hati yang telah pahit oleh dosa, kedurjanaan manusia yang menolak keselamatan dari surga. Kekuatiran menjelma menjadi tuduhan tak berdasar, para murid akan mencuri tubuh Sang Guru….Tuhan!
Jemaat               :    Betapa dosa tak mampu hadirkan damai sejahtera…Narator             :    Ya..dosa….semua manusia telah berdosa, tak satupun yang benar!Jemaat               :    Kamipun demikian adanya. Hati kami penuh kepahitan dosa, kami juga menyalibkan Tuhan kami!!Narator             :    Tetapi, Karna kasih-Nya yang besar, Yesus memberi pengharapan nyata, yaitu kemenangan atas maut.,….atas dosa….Dia…bangkit setelah tiga hari kematian-Nya!Jemaat               :    Oh, syukur pada Allah!Narator             :    Tapi…mereka tercekam ketakutan….Mereka yang menyalibkan Tuhan tersiksa oleh ketakutan…adakah Dia Yesus Nazareth itu akan bangkit seperti yang Dia katakan sebelum kematian-Nya?Jemaat               :    Lalu apakah yang hendak mereka lakukan?Narator             :    Berjaga!!Pintu kubur Tuhan tak cukup hanya tertutup batu besar dan berat…para pengawal terpilih ditempatkan menjaga dan memeterainya.Jemaat               :    Oh…..kekuatiran yang timbul dari dosa telah menyiksa dengan ketakutan dan ketidaktentraman…(Suara musik padangpasir mengeras kemudian menghilang perlahan) NYANYIAN JEMAAT: NKB 90 :1-3 

ADEGAN 2

Suara binatang malam dan musik mencekam, lampu panggung menyala, lampu jemaat redup.
Para Prajurit tampak kelelahan dan mulai terkantuk-kantuk.
 Claudius          :     Kalian berdua tidurlah, biar aku berjaga-jaga!Licikus            :     (Logat sunda) Heemm…jangan-jangan kamu teh ingin dapat penghargaan dari paduka iya.
kan?  Kalau ada sidak….kamu sorangan atuh yang dipuji,  embung ah!
Oramulus         :     iddiihhhh…sudah pada capek ya? Jadi pada berantem deh…aku sih mau saja tidur duluan…habis dinginnn…..Claudius          :     Terserah kau sajalah, licikus! Kamu ini selalu berpikir licik..jadi semua orang kau samakan denganmu! Kalau kau memang mau berjaga, aku yang tidur. Tapi kalau orang Nazaret ini benar-benar bangkit, bangunkan aku ya?! (Bersiap tidur)Oramulus         :     Hiiiiiiiiihhhh….jadi kamu percaya Claudius?(menatap kubur takut-takut) Claudi, yang bener nih…apa Dia akan bangkit? (berjalan sambil menatap kubur takut-takut, mendekati Claudius dan bersembunyi di belakang badan Claudius dan mengintip kubur)Claudius          :     Aku sih sebenarnya ingin tidak percaya…tetapi kalian ingat tidak, pada saat Yesus mati tadi sore…seakan-akan seluruh alam semesta ikut menangisi..ada gempa, kegelapan…dan suasana yang begitu mencekam. Licikus            :     Eh, Aku juga sempat mendengar percakapan-Nya dengan  penjahat di kanan dan kiri-Nya, tapi aku sama sekali tidak mengerti bahasa yang mereka pakai.Oramulus         :     (melongokkan kepala dari balik badan Claudius)  Eh,,,,,apa orang itu memakai bahasa asing? Bahasa Cina gitu?…atau bahasa para dewa?…masak sihh????Claudius          :     Itulah!
Ada sesuatu yang misterius dan aura yang membuatku tergetar saat kita menatap orang ini.
Oramulus         :     idiihhh..Claudius, kamu jatuh cinta ya??…ih, pantesan kamu berharap Dia bangkit!Claudius          :     Bukan seperti itu! Jangan kau samakan aku dengan kamu!! Badan besar tapi penakut, huh! Maksudku, di hatiku muncul rasa hormat dan segan pada-Nya. Bayangkan, mana ada sih orang yang begitu berhati mulia? Dia tidak pernah membalas hinaan bahkan dengan sepatah katapun. Licikus            :     Eh, iya…aku ingat satu peristiwa. Saat penangkapan, bukankah Malkus terpotong telinganya oleh murid orang ini? Tapi…Orang ini justru memulihkan kembali…ah, mujizat ya!!Claudius          :     Kamu benar!! Sudahlah, berjaga saja! Sepertinya takkan ada apa-apa..hari sudah menjelang subuh nih…Oramulus         :     Eh…kita tidur sajalah…..tapi kamu jangan jauh-jauh ya…Licikus            :     Aduhhh..oramulus! Penakut amat sih? masak aku harus tidur mendekap kamu?Oramulus         :     Yeee….sapa yang takut?..aku Cuma antisipasi saja, kalau ada apa-apa
kan kita bisa saling tolong dengan cepat..
Licikus            :     Bilang saja, nanti kalau benar-benar orang dalam kubur itu bangkit, kamu minta di tolong..ya,
kan?..hahh..dasar penakut!
Oramulus         :     Yee….tahu aja nih!Claudius          :     Sudah..sudahlah!…bercanda saja kalian ini…ayo berjaga!  (Hening..musik lembut sesekali terdengar suara anjing melolong para penjaga mulai terkantuk-kantuk) 

NYANYIAN JEMAAT : PKJ 88:1-2 (Di Pagi Hari Yang sunyi) Musik pagi sesekali terdengar ayam berkokok dan burung berkicau,  Para wanita datang ke kubur, saat para wanita tiba di kubur, terjadi gempa, lampu blitz, efek dry ice dan tampak malaikat membuka batu penutup kuburPara pengawal terbangun, berdiri seperti orang mati dengan ekspresi ketakutan dan takjub.
Para wanita menjerit ketakutan saling berpelukan.
            Malaikat          :     (ke arah para wanita)  Jangan takut!! Sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada disini,sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari lihatlah tempat Ia berbaring dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dan mendahului kamu ke Galilea, kalian akan melihat Dia disana.(Efek dry ice menebal, Malaikat menghilang para pengawal lari ketakutan para wanita sujud berdoa dan meninggalkan tempat itu)  ENSAMBLELagu    :Kristus bangkit soraklah! 

ADEGAN 4


Para pengawal masuk ke panggung dari sisi yang berbeda. Terengah-engah menghadap Imam-imam kepala.
 Oramulus         :     (terengah) Claudius!!kenapa jadi lari ke sini sih?…kok tidak lapor langsung ke paduka
Pilatus?…
Claudius          :     Entahlah, aku hanya berlari dan berlari saja….tapi karena sudah sampai kita ceritakan saja kepada Imam Kayafas bahwa semua yang dikatakan orang
Nazareth itu benar!!
Licikus            :     Ya…benar!! Siapa tahu kita mendapat hadiah dari Imam Kayafas .Imam Kayafas keluar dari dalam sambil masih merapikan pakaian. 

Kayafas           :     Hei…bagaimana..apakah benar para murid penyesat itu mencuri mayat guru mereka?Claudius          :     Tidak!! Yang benar adalah kami melihat sosok putih dengan wajah bagai kilat menggulingkan batu penutup yang berat itu dan mengatakan kepada para murid wanita bahwa Yesus telah bangkit!Kayafas           :     (berteriak kesal)  TIDAAAKKKK! Tidak mungkin! Kalian pasti salah! Claudius!! Katakan yang sesungguhnya! Berapa kalian disuap oleh pengikutnya sehingga kalian  berbohong padaku?Oramulus         :     Kami tidak bohong, kakek tua!! Itu kejadian sesungguhnya! Apa yang kau harapkan dari kami? Manamungkin orang-orang miskin itu mampu menyuap kami? Apalagi kami prajurit pilihan yang terlatih…Kayafas           :     (Gelisah mondar-mandir sejenak)…Claudius          :     Kami akan menghadap paduka
Pilatus untuk melaporkan semua kejadian ini!
Kayafas           :     (Sambil megelus jenggot) Tunggu!! Tunggu dulu!! Kalian akan mendapat malu dan bahkan hukuman jika kalian melaporkan hal ini. Beliau takkan percaya ada orang mati yang bangkit. Daripada kalian menjadi bahan tertawaan, lebih baik begini saja, kita buat kesepakatan (Mengeluarkan uang dalam pundi-pundi) aku akan memberikan sepundi uang emas pada kalian bertiga tetapi cerita ini hanya kita yang tahu! Bagaimana?Licikus            :     (Dengan mata bersinar)  Setuju!! Kami tidak ditertawakan dan kamu tidak mendapat malu, pak tua! (berusaha menyambar tetapi tidak dapat)Oramus            :     Wow, itu lebih dari gaji kami setahun!!Claudius          :     Tidak! Aku tidak setuju! Kayafas           :     (mendekati Caludius) hemm..apa yang membuatmu tidak setuju anak muda (sambil menggoyangkan pundi-pundi di depan wajah Claudius) Itu adalah win-win solution! Percayalah, kalian hanya terlalu lelah sehingga berhalusinasi.Licikus            :     Sudahlah Claudius, lupakan saja kejadian tadi. Toh tidak ada orang yang tahu.Oramulus         :     tapi…ini berarti kita disuap.Kayafas           :     Bukan disuap…ini ucapan terimakasih, kalian sudah menjalankan tugas…berbeda dong artinya…..mana berani aku si tua ini menyuap kalian prajurit yang terlatih.bukankah begitu?Oramulus         :     Jadi bukan suap
kan? Ucapan terimakasih
kan? Aku setuju deh!
(menyambar pundi-pundi dan meninggalkan panggung diikuti licikus sambil tertawa-tawa).Claudius          :    (Mengikuti kawan-kawannya sambil bergumam )  Ini tidak benar! Yesus orang Nazaret itu yang benar! Sungguh, aku sekarang percaya, Dia memang Anak Allah! Musik ending Kayafas dengan ekspresi bahagia meninggalkan panggung…..  NYANYIAN JEMAAT PKJ 91 : TUHAN TELAH BANGKIT 

ADEGAN 5

Musik menggambarkan kegelisahan, tampak Claudius berjalan mondar-mandir sambil berfikir. Masuk seorang wanita dengan dandanan Romawi mengamati dari jauh lalu mendekat. Ibu Claudius   :     Anakku, aku perhatikan, kamu kelihatan gelisah.
Ada persoalan apakah?
Claudius          :     Ibu..aku…aku sedang bingung!Ibu Claudius   :     Apakah karena penyaliban orang
Nazareth yang sangat menggemparkan itu? Kamu hanya menjalankan tugas, nak!
Claudius          :     Ya…diantaranya ada rasa bersalah di hatiku. (menerawang dan menghela nafas) Aku melihat pancaran kewibawaan dan kejujuran dalam mata orang
Nazareth itu…dan…(memegang tangan ibunya) katakan padaku, ibu…aku harus bagaimana?….aku melihat banyak keajaiban di Jabal Golgota. Tak mungkin itu semua terjadi…jika Dia bukan dari langit!
Ibu Claudius   :     Maksudmu…orang itu sama seperti dewa-dewa yang kita sembah?Claudius          :     Hem…mungkin lebih dari para dewa….Dia lebih berkuasa…ya…orang Yahudi menyebutnya Tuhan!! Dia benar seperti Tuhan!!                                Yang aku tak mengerti…Dia tak membalas sepatah katapun atas semua hinaan dan caci maki!Ibu Claudius   :     Maksudmu,Dia menerima begitu saja semua tuduhan orang-orang Yahudi itu?Claudius          :     (Menganggukkan kepala) Ya…benar,bu. Bahkan Dia mengampuni mereka semua….Saat Yesus mati, rasanya seluruh alam semesta berdukacita, gempa…gelap gulita dalam sekejap setelah matahari begitu terik?..ah, aku sekan diperhadapkan dengan kenyataan…seorang manusia yang memiliki kekuatan atas segala ciptaan…Ibu Claudius   :     Hem…apakah itu artinya…Dia Anak Allah orang Yahudi?Claudius          :     Ya….begitulah….oh..ibu… aku benar-benar bingung! Ibu tahu, pagi ini kuburnya terbuka!Ibu Claudius   :     Terbuka?…bukankah kubur itu tertutup batu besar dan kalian berjaga disana?Claudius          :    Ya…kami ada….tapi kami tak berdaya…ada seorang yang wajahnya bagaikan kilat..terang….dan berpakaian putih bagai salju…membuka penutup kubur itu! Dan…dia bilang…mayat itu…sudah tak ada didalam kubur!!Ibu Claudius   :     Hah?!!hilang?…bagaimana mungkin? Kaliankan berjaga di
sana!
Claudius          :     Itulah ibu, orang berwajah kilat itu bilang…mayat itu…orang
Nazareth itu…telah bangkit dari kematian!
Ibu Claudius   :     Bangkit?… apa artinya?.. apa maksudnya?…Claudius          :     Ibu, orang
Nazareth itu..Yesus namanya…Dia pernah bilang sebelum kematian-Nya..bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga setelah bkematian-Nya…dan itu terjadi! (memegang tangan ibunya dan mengguncangnya) benar..benar bu!! Yesus tidak berbohong…aku saksi dari kejadian itu!!
Ibu Claudius   :     Diberkatilah engkau oleh para dewa, anakku. Beruntung engkau berjumpa manusia suci seperti Yesus itu!Claudius          :     (Berbisik lirih) Tidak…tidak, ibu! (lebih tegas) Dia bukan manusia…Dia itu sungguh Anak Allah!!Ibu Claudius   :     Kalau begitu katakanlah hal ini pada semua orang Yahudi Itu..mereka melakukan kesalahan besar!Claudius          :     (Dengan sedih) Yahh…itulah,bu. Imam Besar kayafas melarang kami mengatakannyaIbu Claudius   :     Lho..mengapa?Caludius          :     (mengangkat bahu) Aku tidak tahu persis…Kayafas begitu ketakutan. Mungkin karena Yesus itu memang Anak Allah,tapi dia tak mau mengakui itu. Dia malu bahwa tuduhannya salah…takut pengikutnya hilang dan jabatannya tergeser…Ibu Claudius   :     Apa yang membuatmu bingung?..lakukan yang menurutmu baik. Ikuti kata hatimu,nak!Claudius          :     Tetapi…aku …aku kuatir,bu. Kayafas yang licik itu akan memfitnahku seperti  yang dilakukannya pada Yesus!Ibu Claudius   :     Claudius, anakku..sejak kapan kau berhati kecil?Claudius          :     Tetapi, bu…Kayafas itu dan para pemimpin agama Yahudi tak segan-segan memakai segala cara untuk menghancurkan orang yang mereka anggap membahayakan kedudukan mereka…(dengan kesal) mereka juga menyuap semua penjaga….Ibu Claudius   :     Jadi..kau akan membiarkan kebenaran itu hilang?…kau akan lari dari kebenaran itu? (Claudius tertunduk) dengarkan perkataanku,nak (Memegang bahu) kebenaran betapapun pahit akibatnya…harus dikatakan…apapun resiko harus dihadapi…Claudius          :     Jadi ibu…ibu tidak marah kalau aku mengakui bahwa Yesus itu benar Anak Allah?..raja di atas segala raja…bahkan lebih suci..lebih agung dariapada para dewa?Ibu Claudius   :     (Tersenyum bijak)              Claudius, jadilah seorang yang jujur…dan itulah kebanggaan ibu,nak.Claudius          :     (memeluk ibunya senang)  Terima kasih,bu! Aku akan menceritakan kebenaran ini pada orang lain…apapun resikonya,bu!Ibu                   :     (Membimbing tangan anaknya masuk), Aku bangga padamu, anakku!! 

Musik ending……………… RENUNGAN PASKAHDOAKOTBAHSAAT TEDUH 

NYANYIAN JEMAAT NKB 164 : KIDUNG YANG INDAH DI HATIKU PERSEMBAHAN 

Penatua : Ayat persembahanNYANYIAN : PKJ 265:  BUKAN KARENA UPAH-MUDoa persembahan PENGUTUSAN DAN BERKAT 

Dengarlah Yesus mengetuk di setiap pintu hati, siapa yang dapat menolong-Ku? Memberi aku makan pada saat Aku lapar? Memberi-Ku pakaian pada saat Aku telanjang dan memberi-Ku tempat agar dapat menyandarkan kepala-Ku? Aku mengutus engkau untuk pergi ketengah-tengah dunia, menyebar cinta di tengah dendam, membiak damai di tengah benci membagi berkat ditengah keputusasaan. Dan terimalah berkat dari Tuhan Yesus Kristus 

Berkat : Tuhan Yesus Kristus akan menyertai dan memberi kekuatan kemanapun  engkau pergi dari hari ini sampai selama-lamanya, amin. Haleluya 5 X Saat teduh pribadi 

SELAMAT PASKAH! 

Sinopsis :

Perjumpaan pribadi seorang kepala pasukan Romawi (Claudius) dengan Yesus di tengah usaha para Imam dan Tua-tua Yahudi untuk memanipulasi kebenaran kebangkitan Yesus.  Refleksi : Keberanian untuk menyampaikan kebenaran dan menjadi saksi Kristus dengan segala resiko yang harus dihadapi. 

Penokohan:Imam Kayafas :  kurus dengan jenggot panjang dan wajah culas berumur sekitar 60 tahun. Sombong, egois.Claudius          : tinggi besar, serius,cenderung berwajah dingin, tegas.Licikus            : kurus, dengan kumis sedikit dan senyum culas.Oramulus         :  Tinggi besar,penakut.Ibu Claudius   : Rambut disanggul dengan pakaian ala romawi,lembut dan bijakYusuf Arimatea dan Nikodemus : perawakan sedang ekspresi sedih.
Para wanita     : Ekspresi sedih
Malaikat          : Tinggi besar dan berwibawa  Setting: Altar terbagi 3. Sebelah kanan penonton adalah rumah Romawi. Bagian tengah space kosong dengan background gambar jalan dan gedung-gedung serta pepohonan. Sebelah kiri penonton adalah gua tempat Yesus dikuburkan. Kontributor:Ide Cerita        : RonaldNaskah           : Diah P. KristonoPemeran          : Teater “TM”

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: