Morning God.. here i am.. hear my pray. Februari 10, 2011
Posted by kristono in Uncategorized.add a comment
Morning God.. here i am.. hear my pray. Need 8 hand to solve my problem.. Just need your finger to cover me up.. NeedYouindeed!
Presiden Gagal Jamin Kerukunan September 15, 2010
Posted by kristono in Uncategorized.add a comment
Presiden Gagal Jamin Kerukunan
PENGANIAYAAN dan penikam read more…
DRAMA NATAL KELUARGA Oktober 3, 2007
Posted by kristono in Drama Natal.add a comment
Salah satu acara Natal yang sangat disukai anak-anak adalah Drama Natal. Nah, untuk membuat anak-anak dapat terlibat lebih aktif dalam persiapannya, maka berikut ini kami ajak Anda memperhatikan hal-hal penting untuk mempersiapkan pementasan drama yang sederhana, baik untuk SM, keluarga, atau untuk tempat lain.
ADAKAN DRAMA NATAL
Ubah rumah, atau sebuah ruangan di gereja menjadi teater dan panggung drama Natal. Bisa drama anak-anak, dewasa, atau acara untuk seluruh keluarga.
SIAPKAN PESTA ANAK-ANAK
Kalau Anda merencanakan membuat pesta anak-anak, undang beberapa murid SM atau teman anak-anak Anda untuk datang selama beberapa sore untuk membuat rencana dan berlatih. Dorong anak-anak itu untuk membuat drama sendiri dan menulis naskahnya, menyutradarainya, merancang panggung sendiri dan perlengkapan, dan menciptakan kostum sendiri. Tanyakan apakah mereka ingin menambahkan lagu-lagu dalam drama mereka. Kalau ya, putuskan lagu apa. Biarkan anak-anak merancang sendiri undangan ke drama itu, dan mungkin bahkan menciptakan program pertunjukan. Tentukan peran tiap anak dan adakan latihan yang lengkap.
Bantu anak-anak membuat salinan naskah supaya tiap anak mempunyai naskah sendiri. Mungkin Anda ingin melakukan ini pada acara sore pertama dan kedua. Murid atau anak Anda mungkin ingin menggambar sampul program, atau biarkan tiap anak menggambar buku acaranya sendiri pada hari berikutnya. Pada hari gladi resik, biarkan anak- anak membantu Anda membuat kue, dekorasi ruangan, dll.
Kemudian undang seluruh murid atau teman-teman anak Anda dan bisa juga orangtua anak-anak tersebut ke rumah atau ke SM Anda untuk menyaksikan pertunjukan anak-anak mereka dan menikmati kue yang sudah dibuat. Ajak semua menyanyi beberapa lagu. Anda akan membantu menciptakan kenangan Natal yang akan teringat selamanya.
RENCANAKAN DRAMA NATAL KELUARGA
Namun teater Natal Anda tidak selalu harus melibatkan anak-anak. Mungkin Anda ingin mengadakan pesta khusus orang dewasa untuk membacakan drama Natal. Cari naskah drama Natal terkenal di perpustakaan, atau bahkan bekerjasamalah dengan perpustakaan Anda untuk mendapatkan salinan skenario film favorit (mulailah mencari 2 bulan sebelum bulan Desember). Undang teman-teman, rekan sepelayanan Anda, dll untuk sebuah pesta, di mana mereka pasti menjadi bintang. Mungkin Anda ingin duduk santai dan membaca atau memeragakan peran masing-masing dengan gaya yang benar-benar dramatis. Tentu saja, jangan lupa sediakan makanan dan minuman bagi “para aktor dan aktris” setelah pertunjukan.
Pesta Anda bisa saja hanya untuk keluarga Anda sendiri, atau seluruh kerabat. Cara yang sangat baik untuk menghabiskan sore atau malam musim hujan, adalah saling tampil untuk satu sama lain dalam kehangatan kasih keluarga.
Tentukan peraturan nomor satu bagi semua pesta Natal Anda: Cuma boleh memuji. Ciptakan suasana perayaan di mana kesalahan bukanlah hal yang memalukan, dan semua penampilan dihargai dengan tulus sebagai sukacita Natal.
Sumber:
52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa, Jan Dargatz, , halaman 84 – 86, Interaksara, Batam, 1999.
Memakai Metode Drama untuk Mengajarkan Firman Tuhan Oktober 3, 2007
Posted by kristono in Buku Anak.add a comment
Salah satu acara yang sangat disukai anak-anak, khususnya pada waktu perayaan Natal, adalah pertunjukan DRAMA, betul tidak? Nah, bagi guru-guru Sekolah Minggu yang tahun ini memikirkan untuk membuat pertunjukkan drama di acara Natal Sekolah Minggu, maka akan sangat baik kalau anda mengetahui sedikit seluk beluk tentang metode drama lebih dahulu.
Drama adalah suatu cerita yang diperankan oleh beberapa orang di atas panggung, dimana mereka mengucapkan dialog langsung atau bisa juga hanya dengan menirukan suatu tingkah laku tertentu yang jalan ceritanya dibacakan oleh narator. Kegiatan drama seperti bermain peran, drama pendek (skit), wayang/boneka, pantomim dan sebagainya merupakan kesempatan belajar yang sangat berharga bagi anak-anak, karena anak dapat ikut terlibat secara langsung. Bagaimana metode drama ini dipakai untuk mengajarkan Firman Tuhan? Bagaimana kita memanfaatkannya untuk mengajarkan kebenaran Alkitab kepada anak-anak?
Memakai Metode Drama untuk Mengajarkan Firman Tuhan
Metode drama dapat menjadi salah satu alat yang berguna untuk mengajarkan kebenaran Firman Tuhan secara unik. Karena sebagaimana dalam teori belajar, anak akan belajar paling banyak bukan hanya lewat mendengar dan melihat saja, tapi juga dengan terlibat secara aktif. Oleh karena itu memerankan dan memperagakan tokoh-tokoh dalam cerita Alkitab adalah cara yang paling tepat untuk membuat anak-anak aktif. Selain itu ada beberapa keuntungan-keuntungan lain yang dapat kita ambil dari menggunakan metode drama, yaitu:
- Cara efektif untuk menolong anak belajar konsep-konsep, prinsip prinsip dan sifat-sifat manusia yang abstrak. Banyak konsep kebenaran abstrak dalam Alkitab, misalnya kasih, sukacita, iman pengharapan yang sulit diajarkan kepada anak-anak kalau hanya diterangkan lewat kata-kata saja. Namun melalui drama konsep-konsep abstrak tsb. dapat dituangkan dan dipraktekkan dalam bentuk yang lebih konkrit. Cerita-cerita Alkitab menjadi hidup dan kebenaran Alkitab akan lebih relevan.
- Kemampuan anak untuk berkonsentrasi terbatas (15 menit), lebih dari itu akan sulit. Oleh karena itu mendengarkan satu orang yang berbicara secara monoton akan membuat anak cepat bosan. Dengan drama anak mendapat lebih banyak variasi sehingga anak bisa bertahan duduk dan mendengarkan cerita lebih lama.
- Dengan mendengar dam melihat cerita lewat drama anak akan mengingat apa yang diajarkan lebih baik; apalagi untuk anak-anak yang terlibat langsung dalam memainkan drama. Ini sekaligus menjadi pengalaman yang mendorong mereka untuk mempraktekkannya
- Melalui drama anak akan mendapatkan kesan emosi yang mendalam karena dengan melihat secara langsung adegan itu dimainkan anak akan mendapatkan kesan emosi tidak mudah dilupakan.
- Bagi anak-anak yang terlibat dalam memainkan drama, mereka dapat belajar untuk mengekspresikan emosi-emosi tertentu, tanpa resiko untuk terlibat secara pribadi karena ia hanya memerankan peran orang lain.
- Melatih anak untuk berani berdiri didepan umum dan memberikan rasa percaya diri kalau mereka berhasil melakukannya.
- Membangun kemampuan kerjasama dalam kelompok, karena di dalam memainkan drama anak akan harus melihat, mendengarkan, menunggu dan membantu orang lain agar dia bisa memainkan peranannya dengan baik.
- Mendorong anak berkreasi dan mengembangkan talenta yang ada, misalnya memimpin, berpidato, berakting, dll. Talenta tsb. akan sangat berguna bagi guru untuk bisa difollow-up untuk mengenal anak lebih baik dan mengarahkannya dikemudian hari.
Setelah kita memengetahui keuntungan-keuntungan yang kita bisa dapatkan, maka sekarang kita akan melihat pengetahuan apa saja yang guru perlu ketahui untuk bisa memakai metode ini dengan baik? Berikut ini beberapa aspek drama yang perlu kita perhatikan: Aspek-aspek yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pementasan drama
- Alur Cerita
Sebagai guru, anda harus benar-benar memahami jalannya cerita dari satu adegan ke adegan berikutnya, sehingga dapat memberikan pengarahan yang benar kepada anak-anak. - Waktu
Alokasi waktu harus diatur dengan baik untuk setiap adegan, agar setiap adegan tidak menyerap waktu terlalu banyak. Untuk itu koordinasikan dengan seksi acara agar anda memiliki kejelasan waktu yang disediakan oleh panitia untuk pementasan drama tsb. Jika ternyata drama tsb. terlalu panjang, anda dapat memotongnya sesuai waktu yang disediakan panitia. - Penokohan
Pilihlah anak-anak yang memiliki kemampuan (menghafal dan berakting) dan keberanian untuk menjadi pemeran utama, yang harus mengucapkan dialog. Namun demikian anda jangan mengabaikan anak anak yang pemalu. Mereka tetap dapat diikutsertakan dalam drama sebagai pemeran pembantu atau figuran yang tidak perlu mengucapkan banyak kata-kata. - Setting Panggung
Penataan panggung ini dapat disesuaikan dengan besarnya pangguna Untuk panggung yang besar dan luas, maka bisa ditata sedemikian rupa sesuai dengan adegan-adegan dalam naskah (dua atau tiga latar belakang). Namun untuk panggung yang tidak besar, pangguna dapat ditata dalam tiap babak. Untuk model seperti ini harus ada petugas khusus yang dapat mengosongkan dan menata perlengkapan yang diperlukan dengan cepat untuk adegan berikutnya. - Kostum Pemain
Sedapat mungkin sediakan kostum yang sesuai dengan cerita untuk menambah semarak pementasan cerita. Kostum dapat dibuat sendiri dengan cara melipat kain menjadi dua, lalu diberi lobang secukupnya di tengah agar kepala bisa masuk. Jahitlah bagian bawah lengan dan samping kiri kanannya. Guntinglah kain untuk ikat pinggang dengan lebar 7 cm dan panjang 120 cm. Dan buatlah kerudung untuk laki-laki dan untuk perempuan. Untuk malaikat gunakan kain putih, untuk laki-laki gunakan kain bergaris, untuk perempuan gunakan kain polos berwarna muda. Agar lebih jelas lihat pada Buku Pintar Sekolah Minggu I, terbitan Yayasan Gandum Mas, halaman 141. - Musik Pengiring
Iringan musik dapat digunakan untuk mendukung suasana dalam setiap adegan dan setiap babak. Untuk itu persiapkan musik pengiring yang sesuai dengan semangat setiap adegan. Untuk suasana gembira gunakanlah musik yang riang. Untuk suasana yang syahdu gunakan alunan musik yang lembut. Apabila tidak ada musik pengiring, anda dapat meminta beberapa anak untuk menyanyikan beberapa lagu pujian yang lembut untuk mengiringi pergantian tiap-tiap babak dalam drama. - Lighting
Lighting juga dapat digunakan untuk mendukung suasana. Anda bisa menggunakan spot light dengan aneka warna. Namun apabila tidak ada spot light, anda dapat menggunakan bolam aneka warna yang ditata sedemikian rupa, sehingga anda dapat mengatur warna lampu yang diinginkan dalam setiap babak. Tentunya harus ada seorang operator yang mengatur hal ini. Namun demikian drama tetap bisa dilangsungkan dengan lampu yang ada, kemudian pada saat pergantian antar babak, lampu di atas panggung dimatikan. - Sound System
Sediakan sound system yang memadai, dan beberapa mikrofon di panggung agar anak tidak perlu berteriak dalam mengucapkan dialognya. Salah satu cara yang bagus untuk menghindarkan masalah sound system atau anak lupa dialognya adalah: a. Dengan merekam terlebih dahulu semua dialog dan musik latar belakang drama ini Pada waktu pementasan para pemain hanya mengikuti dan melakukan gerakannya saja. b. Dialog drama dibacakan orang lain di belakag panggung, atau dengan narator. sehingga pemain drama hanya melakukan gerakan pantomim sesuai dengan cerita tersebut. - Latihan
Usahakan latihan sebanyak mungkin agar anak semakin mahir dalam melakukannya (jangan kuatir bahwa anak akan bosan latihan, karena anak suka mengulang-ulang adegan, khususnya jika mereka senang dengan ceritanya). Dalam latihan yang perlu diperhatikan:
- latihan menghafal naskah dan urutan-urutan adegan
- latihan suara, khususnya intonasi suara
- latihan ekspresi wajah dan sikap
- latihan akting adegan yang sulit-sulit
Pada awal latihan sebaiknya ada guru yang memberikan contoh lebih dahulu, selanjutnya anak menirukannya. Pada akhir latihan adakan gladi resik, di tempat yang sesungguhnya, termasuk dengan kostumnya dan sound systemnya supaya anak tidak canggung pada waktu pementasan. - Pementasan
Pada saat pementasannya, pastikan anak-anak tidak tegang (jika guru tegang kemungkinan anak akan ikut tegang). Berikan waktu persiapan extra supaya tidak terburu-buru, khususnya dalam mendandani anak dan memakaikan kostumnya. Akan lebih baik jika anak sudah siap 10-15 menit sebelum pementasan. Jika pada pementasan anak lupa dialog/lupa urutan adegan, maka berikan kata-kata bantuan dari belakang untuk menolongnya mengingat apa yang harus dilakukan.
Nah… mudah-mudahan ulasan kami ini membantu guru mengetahui apa yang harus dipersiapkan untuk mementaskan drama Natal di Sekolah Minggu anda. Sumber:
|
|
NASKAH DRAMA: ANDAIKATA YESUS JADI GUBERNUR Oktober 3, 2007
Posted by kristono in Drama Natal.add a comment
Naskah berikut ini merupakan wawancara antara seorang wartawan dengan Yesus yang diumpamakan saat itu sedang menjadi Gubernur di sebuah kota. Saat itu semua warga kota memperingati hari ulangtahun- Nya yang selalu dirayakan pada tanggal 25 Desember, khususnya warga gereja.
NASKAH DRAMA: ANDAIKATA YESUS JADI GUBERNURPagi tadi sejumlah wartawan ibukota menunggu kedatangan Gubernur di tangga Balai Kota. Seturunnya dari mobil Mercy hitam, Gubernur segera dikerumuni para wartawan yang mengucapkan selamat berkenaan dengan ulang tahunnya pada hari ini, tanggal 25 Desember. Dengan cepat pula para wartawan mengajukan pertanyaan kepada Gubernur yang tampaknya sudah tergesa-gesa ingin masuk.
Wartawan kami merekam tanya jawab antara wartawan (W) dengan Gubernur (G) sebagai berikut:
W : Pak Gub, kemarin malam dan hari ini semua Gereja di kota ini merayakan ulangtahun Bapak. Bagaimana perasaan Bapak?
G : Biasa saja.
W : Gereja-gereja mana saja yang kemarin malam Bapak kunjungi?
G : Satu pun tidak saya kunjungi. Kemarin malam saya diam di rumah.
W : Lho, bukankah Bapak tamu VIP?
G : Saya tidak senang melihat mereka yang suka duduk di sofa yang empuk dan bagus di baris terdepan.
W : Tapi Pak, mereka berdoa.
G : Mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang, padahal mereka menelan rumah janda-janda dan menggusur rumah orang lain seenaknya.
W : Jadi, Bapak tidak setuju orang beribadah?
G : Saya tidak mengatakan begitu. Maksud saya, saya membenci segala kumpulan dan perayaan mereka. Jauhkan daripada Saya keramaian koor mereka, dan lagu-lagu nyanyian jemaat mereka, tidak mau Saya dengar. Yang penting biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.
W : Mengapa Bapak berkata begitu?
G : Sebab Saya tahu, bahwa banyak perbuatan mereka yang jahat. Mereka menjadikan orang benar terjepit. Mereka menerima uang suap. Mereka mengesampingkan orang miskin di pintu pengadilan negeri. Mereka benci kepada yang memberi teguran di koran. Mereka menginjak-injak orang yang kedudukannya lemah dan mengambil pajak dengan cara memeras. Mereka rakus.
W : Jadi, apa Bapak menganggap iman itu tidak berguna?
G : Maksud Saya, iman harus disertai perbuatan. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.
W : Apa Bapak setuju Natal dirayakan dengan pesta?
G : Asal saja semua sampah bekas pesta itu dibuang pada tempatnya. Kota ini harus bersih.
W : Ada gereja yang merayakan kelahiran Bapak (Natal) dengan anggaran lebih dari lima juta rupiah, padahal ….
G : Peduli amat, itu uang mereka, asal saja uang halal, dan asal mereka ingat memberi kepada yang susah.
W : Tapi Natal dengan biaya di atas 5 juta itu kan termasuk mewah, Pak!
G : Ah, mengapa Saudara melihat selumbar di puncak Monas sedangkan bis bertingkat di dalam mata Saudara tidak Saudara ketahui. Jangan Saudara menghakimi orang lain mewah, padahal Saudara sendiri sekarang memakai baju safari yang begini mewah.
W : Apa Bapak setuju orang-orang merayakan Natal dengan pohon terang?
G : Mengapa tidak? Asal saja jangan menebang pohon cemara. Pakai saja pohon plastik. Kota ini perlu dihijaukan, sebab itu janganlah pohon cemara dikorbankan untuk Natal.
W : Menurut Bapak, kegiatan apa yang paling positif pada hari-hari Natal ini?
G : Ibadah yang murni di hadapan Allah ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka. Memberi bingkisan Natal kepada yang lapar, yang sakit, yang di dalam penjara.
W : Tapi hadiahnya jadinya kan untuk mereka, bukan untuk Bapak.
G : Segala sesuatu yang Saudara lakukan untuk salah seorang dari warga kota yang paling hina ini, Saudara telah melakukannya untuk saya.
W : Tapi, kami — wartawan — tidak pernah menerima hadiah Natal, Pak.
G : Adalah lebih bahagia memberi daripada menerima.
W : Pak, akhir-akhir ini kota kita sering banjir. Apa ini tanda akan kiamat?
G : Ah, Saudara ini sok beragama. Apa hubungan banjir dengan kiamat? Banjir ini karena kita suka buang sampah sembarangan, lalu sampah itu masuk ke got dan kali. Nah, got dan kali jadi dangkal. Akibatnya air meluap.
W : Pak, bagaimana caranya supaya lalu lintas di kota ini jangan macet?
G : Jangan ada yang naik mobil. Naik unta saja.
W : Apa pendapat Bapak tentang ….
G : Ah, sudah dulu. Marilah kita pergi ke tempat kerja kita masing- masing. Saya sekarang harus mendatangi beberapa kantor kelurahan di desa-desa tertinggal, karena untuk itu saya telah datang.
Catatan:
Sebagian dari ucapan-ucapan tersebut di atas diangkat dari ayat-ayat Matius 23:6,7,14; Amsal 5:7-13; Yakobus 2:17; Matius 7:3; Yakobus 1:27; Matius 25:31-40; Kisah Para Rasul 20:36; Markus 1:38
Sumber:
|
|
Buku dan kehidupanku April 19, 2007
Posted by kristono in About this blog.add a comment
Ternyata kekayaanku hanyalah buku, itupun setelah hampir sekian lama dan aku memutuskan untuk memakai waktuku menulis buku. Manakah yang lebih sulit menulis atau menjadi penulis? Ternyata dua-duanya perlu waktu berproses..
Andai saja aku tahu lebih awal, mungkin tidak terlalu sulit..
Namun bila waktu masih aku punya, bergelut dengan buku adalah pilihan terakhir dalam setiap “obahku”..
Salam!
KEKUATAN AUDIO VISUAL DALAM PEWARTAAN April 17, 2007
Posted by kristono in The Messenger.add a comment
Penulis yakin bahwa sebagian besar Pembaca pernah nonton acara di TV? Berapa stasiun TV yang Anda kenal? Berapa jam Anda nonton siaran TV setiap harinya? Pada tahun 1996 saja, sekitar 90 juta penduduk Indonesia sudah memiliki pesawat televisi. 1 Memperhitungkan bahwa sejak 1994 pertambahan pesawat televisi di Indonesia sekitar 650.000 buah setiap tahunnya 2, maka bisa diperkirakan dalam tahun 2006 terdapat 96.500.000 pesawat televisi. Jika setiap pesawat TV ditonton oleh dua orang, jumlah (lagi…)
Understanding What a Story Is April 11, 2007
Posted by kristono in Audio-drama.add a comment
by Bill Johnson edited by and consulting Lawrence Booth
From prehistoric times when our ancestors gathered around fires in caves, storytellers have been aware of how arranging events in a story-like way held the attention of an audience. This essay explores how a storyteller engages the interest of an audience. Understanding that, writers can concentrate on how best to create dramatic, compelling stories. (lagi…)
CHILDREN’S DRAMA April 11, 2007
Posted by kristono in Audio-drama.add a comment
CBBC Drama programmes include Grange Hill, Byker Grove, The Story of Tracy Beaker and Kerching!.
Original ideas for the CBBC Commissioning Rounds should go direct to CBBC, and experienced writers with television credits can send writing samples direct to CBBC.
However, new writers without television credits should send original writing samples to writersroom for consideration. (lagi…)
TV writer April 11, 2007
Posted by kristono in Small is blessing.add a comment
WRITING TV DRAMAIt’s important to know your market. Check the schedules and watch as much TV drama as you can – see what genres and formats are on, what’s popular, what works, what doesn’t work, what grips and inspires and entertains you, and what leaves you cold. (lagi…)